Tindakan-tindakan untuk mengalami mujizat

September 10, 2017 | Penulis: Ps. Jefry Radona Wuntu,S.Th.

MUJIZAT DISEDIAKAN BAGI KITA

(Markus 5:24-24)

 

Setiap manusia di yang hidup di muka bumi ini menghadapi yang namanya persoalan.Ada dua respon ketika setiap manusia menghadapi masalah. Respon yang pertama adalah dia akan tetap maju, dia akan tetap optimis untuk bisa menyelesaikan masalah yang dialaminya dan respon yang kedua yaitu mundur, dan akhirnya membiarkan dirinya untuk selalu menjadi orang yang “kalah”. Di dalam Markus 5:24-34, menunjukkan ada seorang perempuan yang memiliki masalah dan memiliki respon untuk tetap maju dan akhirnya berhasil menyelesaikan masalah karena menerima mujizat yang Tuhan Yesus lakukan.

Mujizat Tuhan sediakan bagi kita yang ingin tetap maju menghadapi masalah itu.  Janji Tuhan bagi setiap anak Tuhan adalah selalu menyertai kita (Ibrani 13:5 b), sebab itu ketika kita sedang menghadapi masalah maka kita tidak boleh berespon untuk mundur, kita harus maju. Tuhan pasti akan menolong bagi yang mau tetap maju untuk Tuhan. Perempuan yang disembuhkan oleh Tuhan adalah gambaran untuk kita jadikan contoh bagaimana ketika kita menghadapi masalah, kita tetap maju dan akhirnya menerima mujizat Tuhan. Perempuan ini memiliki masalah yang sangat berat,  karena secara fisik dia mengalami sakit pendarahan yang sudah 12 tahun dideritanya secara psikologis dia harus dikucilkan dan dijauhi oleh orang-orang.  Tekanan batin yang membuat dia stress. Akan tetapi dengan persoalan ini, dia mengambil tindakan-tindakan untuk mengalami mujizat.  Tindakan-tindakan itu adalah :

  1. Tetap berharap kepada Yesus, perempuan yang mengalami sakit pendarahan ini sudah pernah mendengar berita tentang Yesus. Itu sangat berpengaruh bagi dia, sehingga dia berharap suatu ketika aku bertemu dengan Yesus maka aku akan mendekat dan meminta pertolongan-Nya. Hati perempuan ini begitu percaya bahwa pasti Yesus akan menolongnya, sehingga ketika dia memiliki kesempatan maka dia memanfaatkannya. Semuanya itu karena dia sudah mendengar berita tentang Yesus. Demikian dengan kehidupan setiap anak Tuhan semakin sering kita mendengar berita tentang Yesus itulah Firman Allah, maka akan membuat iman kita semakin kuat (Roma 10:17) dan akhirnya melakukan tindakan iman.
  2. Memiliki iman yang sungguh, Iman yang sungguh adalah iman yang hidup, yang artinya iman yang dibuktikan dengan perbuatan (Yakobus 2:17,24). Perempuan memiliki iman/keyakinan bahwa Yesus pasti menolongnya maka dia harus mendekati, dia harus melangkah dan menjamah jubah Yesus. Perempuan ini  bukan hanya diam saja tetapi ada tindakan yang dilakukannya. Inilah yang artinya iman yang sungguh.
  3. Tetap Percaya bahwa Yesus berkuasa, perempuan yang disembuhkan ini mengalami mujizat karena Dia yakin bahwa Yesus itu berkuasa untuk melakukan mujizat. Sehingga tindakan imannya yang menjamah jubah Yesus adalah bukti bagaimana dia percaya Yesus berkuasa. Perempuan ini tidak berseru meminta tetapi dia menjamah/menyentuh jubah Yesus maka dia alami mujizat. Sebagai anak Tuhan, tetaplah percaya bahwa Tuhan Yesus sangat mengasihi kita dan tetap berkuasa untuk menolong kehidupan kita.

Ketika sudah alami mujizat pertolongan Tuhan, maka perempuan ini begitu bersyukur kepada Tuhan, dan hidup dengan penuh kejujuran dan penuh dengan penyembahan kepada Tuhan(Markus 5:33). Ketika kita sudah ditolong oleh Tuhan maka kita pun harus tetap hidup takut akan Tuhan, rendah hati dan memuji menyembah Tuhan dengan penuh ketulusan. Amin

(Ps.Henry Palyama)

 

Ringkasan Khotbah