Semua Baik

July 30, 2017 | Penulis: Ps. Jefry Radona Wuntu,S.Th.

Semua Baik

(Yeremia 29:11)

Sifat dasar manusia ketika sedang dalam masalah maka yang dilakukan adalah mengeluh. Akan tetapi sebagai anak Tuhan kita kembali dalam nasehat Firman Tuhan bahwa sebagai anak Tuhan dalam keadaan apapun maka semuanya itu untuk mendatangkan kebaikan dan mendatangkan damai sejahtera serta hari depan yang penuh harapan (Yer 29:11). Apapun yang terjadi dalam kehidupan kita harus yakin akan kasih Tuhan.

Anak Tuhan yang tidak tahu Kebenaran ini maka ketika dia sedang dalam masalah maka akan mengeluh bahkan protes kepada Tuhan.  Ada banyak anak Tuhan yang seringkali merasa bahwa kalau dia setia maka masalah seharusnya tidak dia alami, akan tetapi kita belajar dari Ayub bahwa meskipun dia sedang dalam masalah yang berat akan tetapi Ayub tetap yakin pada rencana Tuhan yang tidak pernah gagal yaitu rencana Tuhan yang mendatangkan berkat (Ayub 42:2). Sebab itu tetaplah percaya bahwa Tuhan tetap baik, Tuhan akan menolong kita, semua yang Tuhan buat mendatangkan kebaikan bagi kita. Untuk kita bisa tetap mempertahankan iman kita bahwa dalam segala keadaan Tuhan tetap baik, maka ada beberapa hal yang harus kita lakukan, yaitu :

  1. Berpikir positif, dalam kita menghadapi suatu masalah maka harus ditanamkan dalam pikiran kita bahwa Tuhan tidak pernah merancangkan yang buruk dalam kehidupan kita. Meskipun dalam keadaan yang sulit, jangan kita berputus asa. Tapi pandanglah Tuhan yang Maha Kuasa, bukti Kemahakuasaan Tuhan seperti yang menjadi keyakinan Ayub bahwa Dia memiliki Allah yang maha kuasa dan tidak rencana Tuhan yang gagal (Ayub 42:2), Kemahakuasaan Tuhan bahwa Dia Allah yang menyembuhkan (Mazmur 103:3; Yer 33:6), Tuhan yang Maha Kuasa sanggup memenuhi keperluan kita (Allah yang mencukupkan) (Filipi 4:19), Tuhan yang maha kuasa adalah Tuhan yang penyayang, pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia (Mazmur 103:8)
  2. Berdiri teguh dalam iman (1 Kor 16:13) kita harus memiliki iman yang teguh meskipun dalam menghadapi masalah. Contoh seorang Abraham yang mengalami ujian iman begitu berat (Kej 22:2),  ketika Tuhan menyuruh Abraham untuk mempersembahkan Ishak anak untuk menjadi korban persembahan bagi Tuhan. Abraham tetap teguh dalam imannya dia taat untuk melakukan perintah Tuhan. Abraham tidak protes kepada perintah Tuhan. Tuhan melihat semuanya dan akhirnya sungguh indah, Ishak tidak dikorbankan dan Abraham meraih berkat yang berkelimpahan. Iman kita jangan goyah supaya kita tidak dipengaruhi oleh iblis. Ketika kita dipengaruhi oleh iblis maka kita akan mulai ragu akan janji pertolongan Tuhan.
  3. Berfokus kepada Tuhan, kita harus berfokus kepada Tuhan, jangan terpengaruh oleh setiap keadaan disekitar kita. Dalam perjanjian Lama, diceritakan ada seorang yang bernama Daud yang memiliki fokus hanya kepada Tuhan sehingga dia menang melawan Goliat (1 Sam 17:45-46). Fokuslah kepada Tuhan supaya kita meraih kemenangan.

Sebab itu marilah kita untuk tetap percaya bahwa apapun yang Tuhan buat itu baik. Kuatkan iman kita dengan kita tetap berpikiran positif, tetap teguh dalam iman, dan tetap berfokus kepada Tuhan…Amin

(Ibu.Hendrijati)

Ringkasan Khotbah