Cinta yang menghanguskan

August 6, 2017 | Penulis: Ps. Jefry Radona Wuntu,S.Th.

Cinta yang menghanguskan

(Yohanes 2:17)

Bangsa Yahudi/Israel adalah sebuah bangsa yang sangat kuat memelihara tradisinya. Salah satu tradisi yang dilakukan bangsa Yahudi setiap tahun adalah pada saat perayaan hari Paskah. Setiap tahun diadakan hari Paskah ini. Perayaan hari Paskah ini begitu ramai dan meriah karena semua orang Yahudi akan datang ke Yerusalem merayakan hari Paskah ini yang dipusatkan di Bait Suci. Semua orang Israel yang tinggalnya diluar kota Yerusalem bahkan di luar negeri Israel pun akan datang untuk merayakan hari yang besar ini. Pada saat itu juga Yesus pun hadir di Bait Suci untuk merayakan hari Paskah ini. Perayaan Paskah ini juga adalah saat dimana orang Israel mempersembahkan korban baik itu domba atau pun burung. Dengan kondisi seperti ini maka ada banyak orang-orang yang berjualan hewan-hewan yang nanti dijadikan korban persembahan.

Banyak orang-orang saat itu begitu tertarik untuk menjadi penjual sehingga terjadilah kesalahan-kesalahan. Karena ada banyak orang penjual yang sudah lebih fokus kepada barang jualannya dibanding dengan ibadah di Bait Suci. Bahkan halaman Bait Suci yang seharusnya diperuntukkan untuk tempat beribadah karena nanti akan datang banyak orang ternyata sudah dipakai untuk tempat berjualan. Inilah yang menjadi kemarahan dari Tuhan Yesus, Alkitab menuliskan bagaimana Yesus membuat cambuk dan mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. (Yoh 2:15), begitu marah Yesus melihat suatu kejahatan yang dilakukan. Yesus adalah Pribadi yang memiliki prinsip untuk melakukan apa yang benar.  Lewat tindakan Yesus yang mengusir para penjual maka teringatlah murid-murid-Nya tentang sebuah ayat yang pernah dinyatakan oleh pemazmur yaitu cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku (Yoh 2:17). Ternyata meskipun Yesus dalam keadaan marah tapi tetap didasari oleh rasa cinta-Nya yang besar.  Lewat peristiwa ini kita akan belajar dari tindakan Yesus :

  1. Cinta akan Rumah Allah menuntut prioritas, ketika Yesus melakukan hal ini adalah hari-hari menjelang hari Paskah. Kesalahan para pedagang yaitu mereka sudah tidak fokus lagi kepada Tuhan, mereka sudah memiliki kekeliruan dalam mengatur prioritas. Dalam melakukan kegiatan kita harus tetap fokus kepada Tuhan, ini yang harus menjadi prioritas dalam kehidupan kita. Ketika Yesus marah dan mengusir para pedagang yang berjualan sebenarnya itu pun harus dilakukan oleh para ahli Taurat dan orang Farisi. Yesus melakukan tindakan ini karena Dia begitu cinta akan rumah Tuhan, ini yang tidak dimiliki oleh para ahli Taurat dan orang Farisi. Ketika kita memiliki cinta akan Tuhan, cinta akan rumah Tuhan maka kita akan memiliki prioritas yang benar dan akhirnya tindakan kita pun pasti benar. Contoh hari Minggu, itu harus menjadi satu hari dimana kita beribadah karena itu sudah menjadi prioritas.  Kehidupan rohani harus menjadi prioritas kita, karena kehidupan rohani itu menyangkut hidup-mati, sorga dan neraka. Dalam kitab 1 Tawarikh  17:1-2, Daud memiliki keinginan yang besar untuk membangun bait Allah. Ini adalah sebuah prioritas dari Tuhan.
  2. Cinta akan Rumah Allah memerlukan pengorbanan, Yesus begitu berani untuk mengusir para pedagang yang sedang berjualan di Bait Allah, karena ini adalah sebuah pengorbanan. Pengorbanan adalah bukti dari cinta. Dalam gambaran seperti orang sedang memadu kasih, maka pasti untuk membuktikan cintanya maka dibuktikan dengan pengorbanan. Dalam pekerjaan Tuhan pun, kalau kita memang mencintai maka kita akan rela berkorban. Dalam Alkitab juga mencatat tentang orang-orang mencintai Tuhan sehingga mau untuk berkorban : Salomo (1 Raja-raja 8:5), Ezra (Ezra 6:16-17), Jemaat mula-mula (Kis 2:44-45).
  3. Cinta akan Rumah Allah mendatangkan Berkat, ketika kita melakukan perhatian dan berkorban untuk Tuhan maka akan mendatangkan berkat. Karena setiap pengorbanan tidak akan menjadikan kita kekurangan. Dalam Kitab Hagai 1:6, Tuhan mengoreksi perbuatan orang Israel yang melupakan Bait Allah, mereka sibuk dengan rumah mereka sendiri dan mengabaikan Bait Allah. Akhirnya mereka mengalami persoalan yang diakibatkan kesalahan mereka sendiri. Ketika mereka sadar dan mulai memperhatikan Bait Allah maka akhirnya Tuhan mulai memberkati mereka (Hagai 2:19-20). Mulai memperhatikan rumah Tuhan maka sesuatu akan terjadi. Tuhan akan memberkati.

Cintailah rumah Tuhan dengan kita melakukan dengan mengatur prioritas untuk Tuhan dan melakukan pengorbanan sebagai bukti dari Cinta kita dan akhirnya akan mendatangkan berkat bagi kita. Amin !!!

(Pdt.Herry Wuntu, S.Th)

Ringkasan Khotbah